JIWA PEMBERONTAK TERBENTUK MEDANG PERANG.

Tentara pembebasan nasional papua barat (TPNPB)Komando nasional sebagai sayap militer rakyat bangsa papua barat.

Jiwa pemberontak adalah jiwa pemberontak seorang terlahir dari medan Parang. Dengan krakter seorang pemberontak juga telah terbentuk di dalam area medan parang.

Bung Karno adalah salah satu tokoh revolusioner Indonesia. Steve Jobs juga termasuk salah satu tokoh paling berpengaruh di tubuh Apple. Dua tokoh ini mempunyai kemiripan dalam pola pikirnya.

Memang tidak dapat dikatakan 100% sama, namun mereka berdua terkadang mempunyai pemikiran yang cukup ekstrim dalam melakukan sesuatu.

Kata Bung Karno yang terkenal adalah “Berikanlah aku 10 pemuda, maka akan ku guncang dunia.”

Seperti yang kita ketahui sekarang, jiwa pemberontak, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Nduga, pimpinan Egianus kogeya, sebagai panglima tertinggi kodap III nduga.

Egianus adalah seorang revolusiner Nduga, nyalinya telah terlahir dan terbentuk jiwa pemberontak karena dia melihat rakyat papua ketidakadilan, ketidaksejahteraan dan tidakkemakmuran di atas tanah sendiri.

Sehingga kogeya adalah jiwa pemberontak dan seorang pemuda yang sosok penembak, membela rakyat, membela tanah papua, KODAP III Nduga.

Seorang pemuda yang telah mayoritas mempunyai sisi rebellion, keras, ekstrim dan berani.Karena Bung Karno paham akan hal tersebut dan terkesan tidak memerlukan tenaga yang melempem atau kurang cepat tanggap.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh asosiasi psikolog Amerika Serikat, American Psychological Association (APA), mayoritas anak muda mulai dari remaja sampai yang beranjak dewasa mempunyai sifat memberontak dan jiwa-jiwa yang keras, bahkan terkadang ekstrim.

Hal tersebut dikarenakan Egianus Kogeya dengan jajarannya tidak ikut ingin memaksakan papua jadikan indonesia, ungkapkan sesuatu yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka itu.

Apabila apa yang mereka inginkan menemui jalan buntu, maka ‘pemberontakan’ kecil tidak segan-segan mereka lakukan. Memang tidak semua anak muda dapat digeneralisasikan seperti itu, namun mayoritas mempunyai jiwa-jiwa yang berani bahkan cenderung ‘gila.’

Apabila Bung Karno mempunyai pemikiran seperti itu, Steve Jobs juga memiliki salah satu quotation yang terkenal.

Egianus pernah mengatakan, “Boleh saja entah siapa menghina, tidak menyukai saya dan jajaranya saya namun yang suka seenaknya sendiri. Berjiwa memberontak, tidak taat aturan dan selalu berpandangan berbeda dengan tatanan yang ada. Namun, patut Anda ketahui dari hal ‘gila’ itu akan muncul sesuatu yang brilian.”

Ungkapan Jobs merupakan representasi dari makna asli Think Different. Seperti yang dilansir Mac Stories (10/11/2009), Jobs selalu berpikir berbeda dengan orang lain. Dia ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah ada dengan dasar pemikiran-pemikiran ‘gila.’

Dua sosok ini memang memiliki alur hidup yang berbeda. Bung Karno berkiprah dalam dunia politik sedangkan Steve Jobs dalam dunia teknologi. Walaupun keduanya beda ‘dunia’, namun pola pikir mereka hampir sama.

Keduanya membutuhkan orang-orang yang benar-benar mempunyai karakter berbeda dan berjiwa pemberontak.

“Selam Hormat & Salam Jiwa Pemberontak”

By Makittumma Terlantar.

PERILAKU POLISI KAYA PREMAN PASAR.

Perilaku polisi kaya preman pasar
Cari oknum mahasiswa eksodus, polisi datangi Kantor LBH Papua tanpa surat tugas

January 14, 2020
8:08 pm

Jayapura, Jubi – Sejumlah anggota kepolisian mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Papua di Jalan Gerilyawan nomor 46, Distrik Abepura, Kota Jayapura pada Selasa (14/1/2020).

Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay kepada Jubi mengatakan sejumlah polisi yang diduga dari Polda Papua dan Polsek Abepura tersebut datang ke kantor LBH Papua mencari oknum mahasiswa eksodus bernama Oskar Gie. Akan tetapi saat datang ke kantor LBH Papua, para personel polisi tersebut tidak menunjukkan surat tugas dan surat perintah penangkapan.

“Informasi dari staf LBH polisi datang untuk menangkap Oskar Gie, salah satu mahasiswa eksodus yang kemarin sempat ke Kantor Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua dan melarang beberapa mahasiswa eksodus yang mau pulang ke kota studi dan menyatakan kepada direktur Pak HAM kalau pendataan yang mereka lakukan ilegal,” kata Emanuel Gobay, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, saat mendatangi kantor PAK HAM Papua akhir pekan lalu menolak pemulangan beberapa mahasiswa eksodus lain ke kota studi oleh PAK HAM Papua, mahasiswa yang menolak sempat merekam suasana sekitar. Oskar Gie kemudian mengunggah rekaman video tersebut ke akun Facebooknya, dan rekaman video itu dilihat polisi.

“Ada satu pernyataan di situ yang menurut polisi menghina sehingga mereka datang ke kantor LBH untuk menangkap Oskar Gie.
Salah satu kepala divisi di LBH menerima para polisi ini menanyakan apakah ada surat tugas dan surat penangkapan, tapi tidak ditunjukkan. Ia meminta polisi membuat surat panggilan klarifikasi kepada Oskar Gie sesuai prosedur,” ujarnya.

Emanuel Gobay menyesalkan sikap anggota kepolisian yang datang ke kantor LBH Papua dalam jumlah cukup banyak, namun tidak menunjukkan surat perintah tugas dan penangkapan. Sikap itu dinilai tidak estis karena penegak hukum datang ke kantor lembaga hukum dengan cara seperti itu.

“Saya kalau k

By Makittumma Terlantar.

PEKERJA KEBUN ASAL PAPUA ITU DITUDUH SEBAGAI OTAK PEMBUNUH.

– Mispo Gwijangge pria berusia 14 tahun yang setiap harinya bekerja sebagai pekerja kebun di Papua Barat itu ditangkap pihak kepolisian dan divonis sebagai “otak” dari pembunuhan berencana karyawan PT Istaka Karya di Papua pada 2018 lalu.

Beberapa anggota DPD dan DPR RI asal Papua dan Papua Barat menemui sosok polos itu di Rutan Salemba pada rabu, (15/01) di ruang kerja Kepala Rutan Salemba untuk berdialog dengannya sekedar ingin mengetahui cerita sebenarnya ia tiba di Jakarta dan ditahan sambil menunggu proses di persidangngan nanti.

Catatan media JagaPapua.com dalam pertemuan itu, secara psikologis anak tersebut sangat terganggu apalagi baru berumur 14 tahun namun ditahan pada rumah tahanan yang bukan untuk seusianya. Memang postur tubuh anak ini besar, namun pihak polisi dengan dasar menduga, kemudian melakukan penangkapan dan melakukan BAP dengan menyebutkan anak ini telah berusianya 20 tahun.

Mispo Gwijangge dalam pengakuannya ia setiap hari bekerja di kebun, karena bapaknya sudah meninggal dan ibunya menyuruh untuk berkebun setiap hari demi kebutuhan keluarga mereka.

Peristiwa penangkapan terhadap dirinya itu terbilang sangat aneh. Beberapa kejanggalan antara lain, tidak bisa berbahasa Indonesia secara baik, pada saat kontak senjata antara aparat TNI dan TNPB itu, posisi kontak senjata berada di wilayah lain dan warga dengan hanya mendengar kabar terjadi kontak senjata tersebut, sebagian warga kemudian melarikan diri ke tempat lain, termasuk anak ini.

Oleh karena bahasa Indonesia yang sangat terbatas, sepintas cerita ia ditelepon kakaknya dengan alasan datang dan menerima uang. Kemudian ia turun dari perkampungan dan ikut permintaan kakaknya. Sembari menunggu kemudian datang pihak kepolisian dan melakukan penangkapan terhadapnya. Ironisnya dalam keadaan tidak tau menau soal apa yang terjadi, polisi kemudian melakukan pemukulan di bagian belakang kepalanya sambil meminta untuk semua yang disampaikan polisi diikuti.

Media ini mencatat banyak hal yang aneh dalam peristiwa anak ini. Bagaimanamungkin anak seusia ini bisa menjadi pelaku pembunuhan? Bagaimana polisi bisa melakukan BAP terhadapnya sementara ia sendiri tidak bisa berbahasa Indonesia dan tidak berKTP? Seorang anak berusia 14 tahun dituduh demikian menjadi tamparan keras pemerintah dan lembaga negara untuk sebuah keadilan di tanah Papua. Negara bertanggungjawab atas hal ini.

Beberapa anggota DPD dan DPR RI tidak menerima situasi itu. Mereka menilai praktek ini sangat sensitif, ditengah gelombang persoalan Papua yang belum tuntas, muncul lagi satu tindakan semena-mena terhadap anak yang secara usia tidak mungkin.

Filep Wamafma dalam kesempatan itu secara spontan mengatakan Intelijen Indonesia yang bekerja di Papua belum baik. Semua yang terjadi di Papua harus dievaluasi secara tuntas demi keadilan di Papua.

“Kami telah meminta untuk bertemu dengan TNI dan Polri untuk persoalan ini. Apapun akan kami lakukan, jika warga kami diperlakukan secara tidak adil”, ungkap Filep sembari memberi kekuatan kepada Mispo Gwijangge untuk tetap kuat sambil menunggu proses yang akan dilakukan Pansus Papua DPD RI.

Penulis/Editor: Fren Lutrun

By Makittumma Terlantar

14 jilid sejarah Uni Sovyet 1917–29, “A History of Soviet Russia (suatu sejarah tentang Uni Sovyet Rusia)”,

Edward Hallett Carr adalah seorang ilmuwan yang bukan seorang sosialis namun jujur dalam menulis sejarah Rusia (Uni Sovyet). Seorang sejarawan, diplomat, jurnalis, dan teoritikus hubungan internasional, serta penentang empirisme dalam historiografi. Tulisannya, 14 jilid sejarah Uni Sovyet 1917–29, “A History of Soviet Russia (suatu sejarah tentang Uni Sovyet Rusia)”, membuatnya menjadi terkemuka dalam penulisan sejarah dan hubungan internasional, terutama “The Twenty Years’ Crisis (duapuluh tahun krisis itu)” dan “What Is History? (apa itu sejarah)”, yang meletakkan prinsip-prinsip historiografi yang menolak metode-metode dan pratik-praktik penulisan sejarah tradisional. Tulisan-tulisan dan rekomendasi-rekomendasinya banyak menentrukan kebijakan-kebijakan pemerintah Ingrris dalam menghadapi perang dan Uni Sovyet.

“Namun, di balik pertikaian-pertikaian mengenai terminologi Marxis (yang sudah lazim) tersebut, terdapat persoalan yang riil yang harus dihadapi oleh pelaku revolusi Oktober. Mungkin telah menjadi kebenaran bahwa perpecahan yang mengalir deras dalam revolusi Februari menunjukkan bahwa demokrasi borjuis dan kapitalisme borjuis model Barat, yang diinginkan dan diharapkan kaum Menshevik, tidak dapat tumbuh subur di tanah Rusia, sehingga kebijakan Lenin menjadi satu-satunya yang mungkin dalam pengertian empiris dari politik Rusia terkini. Menolak revolusi dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang prematur adalah pengulangan—seperti pernah sekali dikatakan Lenin—‘argumentasi kaum pemilik hamba tentang tidak siapnya kaum tani menerima kebebasan’. Namun kebijakan yang dijalankan pendukungnya tidak lain adalah untuk membuat sebuah transisi secepatnya dari bentuk organisasi ekonomi dan politik yang paling terbelakang ke yang paling maju. Secara politik, program tersebut mengandung sebuah usaha untuk menjembatani kesenjangan antara otokrasi dan sosialis-demokratik, tanpa pengalaman yang panjang dan pelatihan dalam masyarakat demokratis borjuis, dengan seluruh kegagalannya seperti telah dapat ditunjukkan di Barat. Secara ekonomi, hal itu dimaksudkan untuk menciptakan sebuah ekonomi sosialis di sebuah negeri yang, dalam tatanan kapitalis, tidak pernah memiliki sumberdaya dalam perlengkapan modal dan pekerja terampil yang dibutuhkan untuk dikembangkan. Rintangan-rintangan yang terkubur tersebut masih harus diatasi oleh kemenangan revolusi Oktober. Sejarahnya adalah rekaman keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan-kegagalan dalam usaha tersebut.”

Oleh: Danial Indrakusuma

By Makittumma Terlantar

“APA” ITU REVOLUSI

“APA” ITU REVOLUSI ?

Oleh: VA Safi’i

Artikel pendek ini, hanyalah penyederhanaan dari begitu banyaknya penjelasan-penjelasan yang ditulis oleh “para ilmuwan” dalam buku-bukunya yang rata-rata tebal. Saking tebalnya, hingga bikin kita sampai gagal faham.

Revolusi (Ini definisi sederhana yang kubuat. Jika ada keberatan maka silahkan membuat definisi tersendiri dan silahkan diposting di wall/dinding/linimasa masing-masing. Enak toh) adalah sebuah gerak perubahan yang berlangsung dengan cepat, menyeluruh serta mendasar guna mengubah tatanan lama ke tatanan baru yang lebih baik.

Masih bingung? Sabar.
Dalam filsafat Marxisme (baca: materialisme dialektika) dikenal prinsip “bahwa segala sesuatu yang ada di dunia beserta isinya ini senantiasa dalam keadaan berubah, bergerak dan berkembang.” Dan, perubahan, pergerakan serta perkembangan tersebut didasarkan atau mengikuti suatu hukum yang dikenal dengan sebutan HUKUM DIALEKTIKA.

Apakah hukum dialektika itu?
Hukum dialektika adalah hokum yang mengatur segala bentuk perubahan, pergerakan dan perkembangan semua hal yang ada di dunia beserta alam semesta ini. Sederhananya, hokum dialektika meliputi 3 (tiga) unsur, yakni:

  1. Kontradiksi
  2. Kuantitas & Kualitas
  3. Negasi

Sorry, dalam artikel ini saya tidak bisa menjelaskan secara detail (mendalam) mengenai masing-masing unsure tersebut. Kalau diketik terlalu panjang. Jika anda tertarik, silahkan kumpulkan teman-teman, saudara, atau anggota keluarga, lalu bisa menghubungi saya dan saya akan datang.

Jadi, REVOLUSI adalah sebuah gerak perubahan yang berlangsung dengan cepat, menyeluruh serta mendasar guna mengubah tatanan lama ke tatanan baru yang lebih baik berdasarkan hukum dialektika.

Lalu, apa yang harus dilakukan berkaitan dengan revolusi?
Dalam teori komunikasi atau teori hubungan social-kemasyarakatan dikenal istilah “5W & 1H (what, who, where, when, why & how)” Maksudnya?

WHAT. Ini sebuah kata tanya yang bermakna pada “APA”. Yakni, apakah revolusi itu? Poin ‘what’ ini mengenai definisi atau pengertian dari revolusi. Berarti, kita harus tahu, faham dan mengerti apa itu revolusi. Singkatnya, untuk melakukan sebuah revolusi maka dibutuhkan adanya PENGETAHUAN, PEMAHAMAN, dan PENGERTIAN. Kata lainnya, butuh kesadaran.

WHO. Ini sebuah kata tanya yang bermakna pada “SIAPA” alias aktornya. Yakni, siapakah yang akan melakukan revolusi? Dan siapa saja yang terlibat dalam revolusi? Karena bertanya mengenai ‘SIAPA” berarti ditujukan pada manusianya, bukan hewan atau tumbuh-tumbuhan, apalagi mahluk ghaib lainnya. Meskipun begitu, kata “siapa” ini mengandung pada 2 (dua) unsur, yakni unsur manusia dan unsur organisasi. Manusia yang dimaksud bukan semata-mata manusia sebagai individu tetapi manusia sebagai mahluk (dan atau kelas) sosial.

Dalam sistem masyarakat yang berlaku saat ini (kapitalisme), struktur masyarakat terbelah menjadi dua bagian besar, yakni kelas pemilik modal/penindas (kapitalis & borjuis) berhadapan dengan kelas proletariat (rakyat pekerja) yang bersekutu dengan dengan golongan semi proletariat, lumpen proletariat, serta borjuis kecil. Sedangkan unsur organisasi adalah sebuah instrument yang dipakai oleh kaum revolusioner guna menjalankan pergerakan revolusi.
Makna lain dari kata “siapa” ini juga berkaitan dengan “siapa yang menjadi kawan (manusia dan organisasi) dan siapa yang menjadi lawan (manusia dan organisasi)”.
Jadi, seorang revolusioner harus memahami mengenai “WHO WHAT alias aku ini siapa dan melakukan apa.”

WHERE. Artinya, di mana. Ini sebuah kata tanya yang bermakna pada “TEMPAT atau LOKASI.” Revolusi terjadi dan berlangsung di dunia nyata (riil), artinya di bumi bukan di langit (termasuk bukan di dunia maya alias facebook). Meskipun di bumi, lokasi persisnya harus tetap jelas. Seperti: di seluruh negara yang ada di dunia ini.
Konkritnya begini. Jika kita, rakyat Indonesia ingin mengadakan revolusi, maka revolusi tersebut lokasinya di seluruh wilayah negara Indonesia. Mengingat kata “kita” ini bermakna jamak, maka harus dipersonalkan atau dispesifikkan menjadi:
a. Kita (buruh) berarti di pabrik-pabrik
b. Kita (petani) berarti di kampong-kampung pedesaan
c. Kita (mahasiswa) berarti di kampus-kampus
d. Kita (kaum miskin kota atau kaum urban) berarti di kota-kota.

WHEN. Artinya KAPAN. Ini sebuah kata tanya yang bermakna pada “WAKTU.” Sebuah revolusi tidak terjadi begitu saja atau terjadi setiap saat. Ada waktunya. Kapan waktunya? Persisnya, kita semua tidak tahu. Semua itu tergantung pada hukum dialektika. Menentukan waktu meletusnya sebuah revolusi tidak semudah menentukan perkiraan waktu seorang perempuan melahirkan yang butuh waktu sekitar 9 bulan; atau telor ayam yang menetas yang butuh waktu sekitar 21 hari. Meskipun begitu, dengan analisa yang matang, dengan mengikuti hokum dialektika perkembangan masyarakat setidak-tidaknya bisa membuat “prediksi’ yang meskipun tidak 100 persen benar, minimal mendekati kebenaran. Namun satu hal yang pasti adalah HARUS DIMULAI SEJAK SAAT INI !!!

WHY. Artinya MENGAPA. Ini sebuah kata tanya yang bermakna pada “ALASAN”. Untuk melakukan sebuah revolusi, maka kita harus mengetahui, memahami dan mengerti mengenai alasan-alasan dan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya revolusi serta alasan-alasan yang mendasari terjadinya sebuah revolusi. Selain itu, harus pula memahami mengenai permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Begitu pula dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh kaum revolusioner itu sendiri. Jadi, revolusi itu bukan karena faktor KEBETULAN atau bim sala bim.

HOW. Artinya BAGAIMANA. Ini sebuah kata tanya yang bermakna pada “PROSES.” Revolusi itu sebuah proses yang meliputi keseluruhan tahapan-tahapan awal hingga akhir. Tahapan-tahapan yang didalamnya mengenai: tahapan gerak, tahapan program, tahapan strategi-taktik dan seterusnya.

Kesimpulannya:

Sebuah revolusi harus dilakukan oleh seorang revolusioner yang memahami tentang: “SIAPA DIRINYA, MELAKUKAN APA, DIMANA DILAKUKAN, KAPAN DILAKUKAN, MENGAPA DILAKUKAN, dan BAGAIMANA MELAKUKANNYA.”

By Makittumma Terlantar

TRWP/WPA TAK PUNYA LANDASAN DASAR KONTITUSI YANG JELAS SEGERA DIBUBARKAN.

Organisasi papua merdeka Tentara pembebasan nasional papua barat (TPN-PB) komando nasional sebagai sayap militer rakyat bangsa papua barat. Minta militer rabah tak punya markas jelas, tak punya medang perang.

Struktur Militer TRWP.

TRWP tidak punya dasar konstitusi yang jelas jadi segera dapat bubarkan…

Dibalik TRWP dgn Konsep Demokrasi Kesukuan ada yang diatur oleh kapitalisme global dibekap oleh paham Konspirasi dunia, ( Bumi datar ) paham yang akan menghancurkan masa depan generasi orang papua. Dan konsep paham ini juga dapat ditolok oleh beberapa negara karna sangat membahayakan pemahaman tentang adanya alam semesta.

Dan ada pula beberapa negara tertentu yang memulai kembangkan paham tersebut diantaranya yang dianut oleh sem karoba dan kelompoknya, Konsep ini yang mereka anut dan kerja sama dalam paham KONSPIRASI BUMI DATAR kelompok ini jika tdk dapat memenuhi keinginan kelompok KONSPIRASI BUMI DATAR dunia maka mereka dapat dilenyapkan. (Mundur kena)

Bole pelajari selanjutnya dalam situs2 internet yang ada menyangkut KONSPIRASI BUMI DATAR waa.

By Makittumma Terlantar

DERMAWAN KE ORANG KAYA, PELIT PADA ORANG MISKIN.

DERMAWAN KE ORANG KAYA, PELIT PADA ORANG MISKIN

Suatu hari, dengan mengendarai mobil, sepasang suami istri pergi ke pasar. “Bu, berapa harga singkong ini,” tanya pasangan tersebut.

“10 ribu rupiah,” jawab si penjual.

Sambil memegangi singkong, pasangan itu menawar: “Bagaimana kalau 8 ribu?”

Dengan nafas berat, si penjual itupun menjawab: “Boleh. Silahkan ambil.”

Lalu, sepasang suami istri tersebut mengeluarkan uang 10 ribu rupiah. Dan, si penjual itu mengembalikan uang lebihnya, yakni 2 ribu rupiah.

Dari pasar, pasangan suami istri tersebut berlanjut ke restoran. Mereka memesan makanan.

Selesai makan, “Mbak, berapa semuanya?” tanya pasangan tersebut.

Karyawan restoran: “Semuanya 370 ribu, Bu.”

Pasangan itupun mengeluarkan uang 400 ribu. “Oh, ya. Uang sisanya, ambil saja. Tip untukmu,” kata pasangan tersebut pada karyawan restoran.

Kisah pendek di atas, tentu bukan hal yang baru lagi bagi kita. Sebuah peristiwa kecil keseharian yang sering kita alami atau kita jumpai.

Sebuah peristiwa kecil, namun memiliki efek yang dahsyat. Sebab hal tersebut berkaitan dengan nilai-nilai peradaban yang kita anut. Bagi orang lain, mungkin, kisah tersebut tidak penting. Namun, bagi saya secara pribadi, kisah itu sangat berarti. Karena di samping berkaitan dengan nilai-nilai peradaban yang kita anut, juga berkaitan dengan pada KEPERPIHAKKAN kita mengenai hubungan KEMANUSIAAN.

Pernahkah kita berpikir “mengapa kita menawar harga pada orang miskin” dan “mengapa kita meminta uang sisa kembaliannya, meskipun hanya 2 ribu rupiah.” Padahal, orang miskin tersebut, SANGAT MEMBUTUHKAN uang 2 ribu tersebut.

Dan, “mengapa kita justru bersikap dermawan pada ‘orang kaya’, yang dengan penuh iklas kita memberikan sisa uang kembalian yang nilainya 3 kali lipat dari harga singkong.”

Entahlah. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Boa noite
Selamat malam

KaumMerah

🌷🌷🌷🌷🌷❤